Cari Blog Ini

Minggu, 07 Agustus 2011

tolong mengerti,


Ini cerita fina. Cerita celotehan gag penting fina. Cerita khayal fina. Cerita aneh fina {Goresanpenafina}

Ya allah, aku tau ini ujian mu.aku tau Engkau sayang kepadaku Ya Allah. Aku juga sungguh sayanng padamu. Aku begitu iklhas dengan keadaan ini. Tapi aku mohon Ya allah buat mereka mengerti. Bahwa ini semua adalah ujianmu namun  bukan ulahku. Begitu terhenyak aku bahwa aku butuh orang lain untuk membantu hidupku walauoun aku mencoba untuk mandiri. Engkau Maha Besar  Ya Allah telah menciptakan  manusia beragam-ragam dengan begitu ragam sifat dan karakter hingga bisa saling mengisi satu sama lain hingga bisa jadi makhluk sosial.
Aku sedih mendengar  ucapan itu. Sungguh aku tidak mau merepotkan siapapun . Tidak mau mengkhawatirkan  siapa pun termasuk orang tuaku.Aku tidak butuh rasa kasihan dari siapapun yang aku butuh Cuma rasa pengertian. Hanya itu engga lebih.
Kejadian Jumat itu sangatlah sederhana, yang aku terjatuh di lantai belakang hingga lutut ku menabrak pinggiran lantai belakang yang ternyata tajam tepat dengan ujung keramik lantai itu. Akhirnya lutut ku terbelah dan berdarah. Seketika darah nya keluar sangat kencang dan deras. Hingga terpaksa harus dijahit luar dalam 10 jahitan dikarenakan juga pembuluh arterinya putus.
Itu hal sederhana yg jatuh ketika hendak ambil jemuran saat hujan turun. Tapi Allah Maha Besar dengan luka itu saat ini aku sulit untuk melangkah dimana juga aku harus menyeimbangkan keadaan ku pasca operasi usus buntu. Tapi saat kondisi ini aku tau sebenarnya bagaimana kepedulian dan perhatian dan pengertian mereka kepada ku...
Tolong mengerti juga konsep ini :
Sesuatu yg telah terjadi jangan disesali bagaimanapun kita bisa menghindar dari celaka namun kalau udah ditakdirkan celaka ya bakal celaka. Takdir memang bisa kita ubah tapi itu semua agar Allah nyuruh kita berusaha . Intinya yang Maha Kuasa dan Maha kehendak itu adalah Allah.

Dan tulisan ini , aku cukup sampai disini dulu dengan kutipan lagu ini “Tuhan, ku ingin seperti mereka  tak ada yang air mata lagi yang terjatuh lagi. Semua kuserahkan kepadamu jalan yang terbaik pasti untukku.”