Cari Blog Ini

Kamis, 23 Februari 2012

Laporan akhir Dendrologi Silvikultur IPB

Ini cerita fina. Cerita celotehan gag penting fina. Cerita khayal fina. Cerita aneh fina {Goresanpenafina



LAPORAN KULIAH LAPANG DENDROLOGI
DI KEBUN RAYA BOGOR


Oleh: Elfina Yunisari / E44100033
Hari, tanggal: Kamis, 22 Desember 2011
Dosen Pembimbing: Ir. Iwan Hilwan, MS


Asisten Praktikum:
Putri Lestari         / E44080019
Sri Chairi Mulyani    / E14090013
Listya Nuriyana    / E14090067
Rahmawati Puji A.    / E24080003
Rusdi Indra S.    / E44070054











LABORATORIUM EKOLOGI HUTAN
DEPARTEMEN SILVIKULTUR
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011


Kata Pengantar
Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya, kami dapat menyelesaikan laporan dendrologi ini  dengan judul “Pengenalan Berbagai Jenis  Pohon di Kebun Raya Bogor”  yang disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Dendrologi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada;
Bapak Ir. Iwan Hilwan, MS dan Dr.Ir.Agus Hikmat, M.Sc,  Bapak, Edge Jamhuri selaku Dosen mata kuliah Dendrologi. Terimakasih sebesar-besarnya .
Orang tua yang selalu memberikan semangat dan dukungannya baik secara moral maupun materi
Asisten pratikum yang senantiasa membimbing dan membantu dalam pratikum ini, serta
Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu.

Kami menyadari tak ada laut yang  tak berombak. Oleh karena itu kami memohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam laporanini. Sesungguhnya segala kesempurnan hanya milik Allah SWT.  Kritik dan saran yang membangun dengan senang hati kami terima. Besar harapan  kami  laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis , civitas IPB serta pihak-pihak lainnya. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


                            Bogor, Desember 2011



                                Penulis





DAFTAR ISI

Kata Pengantar     . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Daftar Isi. . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  
Bab I. Pendahuluan
Latar Belakang    . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Tujuan    . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Bab II. Sejarah Kebun Raya Bogor. . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Bab III.  Hasil  Obeservasi. . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Bab IV. Penutup. . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Kesimpulan. . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Daftar Pustaka. . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Bab V. Lampiran. . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .










Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang
Dendrologi adalah ilmu yang mempelajari pohon, sabagai seorang rimbawan sangatlah perlu mengenal jenis-jenis pohon, morfologi, dan lain-lainya. Dimana dendrologi adalah salah satu mata kuliah yang dijadikan suatu mata kuliah wajib bagi mahasiswa kehutanan IPB.
Hutan di Indonesia termasuk dalam kawasan Flora Malesia yang kaya akan jenis-jenis pohon. Kawasan Flora Malesia ini meliputi negara-negara Malaysia, Filiphina, Indonesia dan Papua New Guinea. Menurut Van Steenis (1948) paling sedikit terdapat 25.000 – 30.000 jenis tumbuhan berbunga, diantaranya ada ± 3.000 jenis pohon. Menurut Lembaga Penelitian Hutan (sekarang Pusat Penelitian Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam) terdapat ± 4.000 – 4.500 jenis pohon.
Hingga saat ini baru sekitar 400 jenis pohon yang dianggap penting dan sudah dikenal dengan baik, diantaranya 267 jenis (nama ilmiah) sudah dikenal dan diperdagangkan, serta dikelompokkan menjadi 120 jenis kayu perdagangan. Dengan demikian, masih banyak jenis-jenis pohon di hutan tropika indonesia yang belum dikenal serta dimanfaatkan. Inilah tantangan yang besar yang dihadapi para rimbawan. Disinilah dendrologi dapat berperan penting dalam rangka membantu pengelola hutan untuk mengenali jenis-jenis pohon yang belum dikenal, dan memanfaatkannya. Oleh karena itu perlu sekali diketahui dengan pasti jenis-jenis pohon apa yang dipelajari. Jadi dendrologi sebenarnya merupakan kunci untuk menuju ke pengetahuan tentang hutan.

 Tujuan
1.      Untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Kebun Raya Bogor.
2.     Untuk mengidentifikasi berbagai jenis pohon yang ada di Kebun Raya Bogor.
3.      Melihat lebih dekat jenis pohon yang daunnya digunakan dalam praktikum dendrologi.




Bab II
Sejarah Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor adalah sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu dan hari libur lainnya.
Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.
Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.
Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Dalam surat itu terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang lain.
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).
Setelah kemerdekaan, tahun 1949 ‘Slands Plantentiun te Buitenzorg’ berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LLPA) dipimpin dan dikelola oleh bangsa Indonesia, Direktur LPPA yang pertama adalah Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA punya 6 anak lembaga, yaitu Bibliotheca Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Treub Laboratorium, Musium Zoologicum Bogoriensisi dan Laboratorium Penyelidikan Laut.Untuk pertama kalinya tahun 1956 pimpinan Kebun Raya dipegang oleh bangsa Indonesia yaitu Sudjana Kasan menggantikan J. Douglas.
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Untuk perkembangan koleksi tanaman sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia, Kebun Raya Bogor membentuk cabang di beberapa tempat, yaitu :
Kebun Raya Cibodas(Bergtuin te Cibodas, Hortus dan Laboratorium Cibodas)di Jawa Barat, luasnya 120 Ha dengan ketinggian 1400 m, didirikan oleh Teysman tahun 1866, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim basah daerah tropis dan tanaman sub-tropis. Tahun 1891 Kebun ini dilengkapi dengan Laboratorium untuk Penelitian flora dan fauna.
Kebun Raya Purwodadi (Hortus Purwodadi) di Jawa Timur, didirikan oleh Van Sloten tahun 1941. Luasnya 85 Ha dengan Ketinggian 250 m, untuk koleksi tanaman dataran rendah, iklim kering daerah tropis.
Kebun Raya "Eka Karya" Bedugul-Bali didirikan tahun 1959 oleh Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Luasnya 159,4 Ha dengan ketinggian 1400 m, untuk koleksi tanaman dataran tinggi beriklim kering.








BAB III
PEMBAHASAN

     Berdasarkan fieldtrip yang dilakukan di Kebun Raya Bogor, telah dijelaskan beberapa jenis-jenis pohon yang dijadikan bahan ajar mahasiswa, diantaranya yaitu :

Tabel 1. Nama-nama tumbuhan yang terdapat dalam observasi


No    Nama
Lokal    Nama
Ilmiah  
Family     
1    Akasia    Acacia mangium    Fabaceae     
2    Tapak setan    Sindora bruggemanii    Fabaceae     
3    Sindur     Sindora wallichii    Fabaceae     
4    Kedawung    Parkia timoriana    Fabaceae     
5    Gayam    Inocarpus fagiferus    Fabaceae     
6    Merbau    Intsia bijuga    Fabaceae     
7    Angsana    Pterocarpus indicus    Fabaceae     
8    Ki hujan    Samanea saman    Fabaceae     
9    Kempas    Koompassia excelsa    Fabaceae     
10    Asam londo    Pithecellobium dulce    Fabaceae     
11    Ampupu    Eucalyptus alba    myrtaceae     
12    Pedada    Sonneratia caseolaris    Sonneratiaceae     
13    Pandan pantai    Pandanus affinis    Pandanaceae     
14    Keben    Barringtonia  asiatica    Lecythidceae     
15    Cercekeran    Amherstia nobilis    Caesalpiniaceae      
16    Palem     Livistona rotundifolia    Arecaceae     
17    Pinang    Oncosperma horridum    Arecaceae     
18    Sagu    Metroxylon  sagu    Arecaceae     
19    Aren    Arenga pinnata     Arecaceae      
20    Ulin  (Bulian)    Eusideroxylon  zwageri    Laureceae     
21    Damar     Agathis dammara     Araucariaceae      
22    Agathis     Agathis australis    Araucariaceae      
23    Araukaria     Araucaria cunninghamii    Araucariaceae     
24    Araukaria     Araucaria hunsteinii    Araucariaceae     
25    Melur     Podocarpus koordersii    Podocarpaceae      
26    Ki putri    Podocarpus neriifolius    Podocarpaceae     
27    Pinus    Pinus merkusii    Pinaceae     
28    Pinus    Pinus insularis    Pinaceae      
29    Pinus    Pinus caribaea    Pinaceae      
30    Beringin     Ficus benjamina    Moraceae     
31    Karet kerbau    Ficus elastica    Moraceae     
32    Leci    Litchi chinensis    Sapindaceae     
33    Matoa     Pometia pinnata    Sapindaceae      
34    Rambutan    Nephelium lappaceum    Sapindaceae      
35    Bintaro     Cerbera manghas    Apocynaceae      
36    Pulai     Alstonia scholaris    Apocynaceae     
37    Jelutung     Dyera costulata    Apocynaceae      
38    Nyatoh     Palaquium  rostratum    Sapotaceae      
39    Nyatoh     Payena leerii    Sapotaceae      
40    Sawo kecik    Manilkara kauki    Sapotaceae      
41    Sawo duren     Chrysophyllum cainito    Sapotaceae      
42    Tanjung     Mimusops elengi    Sapotaceae      
43    Rengas     Gluta wallichii    Anacardiaceae     
44    Meranti tembaga    Shorea leprosula    Dipterocarpaceae     
45    Meranti merah     Shorea pinanga    Dipterocarpaceae     
46    Keruing     Dipterocarpus trinervis    Dipterocarpaceae      
47    Kamper tanduk    Dryobalanops lanceolata    Dipterocarpaceae     
48    Kamper singkal    Dryobalanops aromatica    Dipterocarpaceae     
49    Kapuk     Ceiba pentandra    Bombacaceae     
50    Kenari     Canarium indicom    Burseraceae     
51    Burahol     Stelechocarpus burahol    Annonaceae      
52    Bisbul     Diospyros discolor    Ebenaceae     
53    Eboni     Diospyros celebica    Ebenaceae      
54    Nyamplung     Calophyllum  inophyllum    Clusiaceae     
55    Bintangur    Calophyllum soulatri    Clusiaceae     
56    Mundu     Garcinia dulcis    Clusiaceae      
57    Kopi     Coffea arabica    Rubiaceae     
58    Cemara aru    Casuarina sumatrana    Casuarinaceae     
59    Gandaria     Bouea oppositifolia    Anacardiaceae     
60    Nipah     Nipah  frituican    Arecaceae     
61    Pulasan (Rambutan hutan    Nephelium muntabile     Sapindaceae     
62    Merawan    Hopea sangal    Dipterocarpaceae     
63    Melinjo    Gnetum gnemon    Gnetaceae    

Adapun penjelasan dari berbagai family dari jenis tumbuhan yang dijelaskan di KRB di sempurnakan dengan penjelasan dari  buku diktat sebagai berikut:
1. Fabaceae
    Pohon berdaun majemuk terkecuali marga Inocarpus, berseling, berdaun penumpu, bunga kecil atau besar, biseks, majemuk, buah polong(legum), merekah, atau tidak merekah . Spesies yang termasuk ke dalam famili ini antara lain adalah kempas (Koompassia excelsa) pohon ini memiliki batang yang silindris, biasanya digunakan sebagai sarang lebah hutan, banirnya seperti papan yang mengandung sumber nutrisi, angsana (Pterocarpus indicus) memiliki getah yang berwarna merah yang biasanya digunakan sebagai obat sariawan dan juga disebut sebagai kayu merah, akasia (Acacia mangium), tapak setan (Sindora bruggemanii), merbau (Instia bijuga), gayam (Inocarpus fagiferus), asam londo (Pithecellobium dulce), asam keranji (Dialium guineense).
2. Myrtaceae
    Daun tunggal, umumnya berhadapan, berseling, tepi daun rata, tidak berdaun penumpu. Pada beberapa marga mempunyai pertulangan daun tepi. Benang sari banyak tangkai sari panjang dan ramping. Contoh jenisnya antara lain Ampupu (Eucalyptus alba) yang hidup di daerah kering terutama di NTT, Leda (Eucalyptus deglupta) merupakan kayu perdagangan yang pada umumnya terdapat di Irian, Maluku, Sulawesi. Kayu putih (Melaleuca cajuputi) penghasil minyak kayu putih, salam (Eugenia polyantha).
3.Sonneratiaceae
    Pohon dengan daun tunggal, berhadapan, dan stipulate. Bunga di ujung ranting, jumlah terbatas, sepal berlekatan pada bagian dasar, dan persisten (tidak rontok).contoh jenisnya antara lain Pedada(Sonneratia caseolaris) biasanya lebih toleran terhadap air tawar, Beruang laki(Duabanga moluccana) biasanya digunakan sebagai bahan bangunan, kayu lapis, dan veneer.
4.Arecaceae
    Pohon berbatang tegak, atau tumbuhan memanjat, daun kaku, majemuk, berbentuk kipas, seperti bulu ayam. Buah berupa buah nut, buah batu, bunga beraturan, kecil, berupa buah malai. Terdiri lebih dari 200 marga, tropika dan subtropika. Contoh jenisnya antara lain sagu (Metroxylon sagu), aren (Arenga pinnata), rotan getah (Daemonorops rubra).
5.Lauraceae
    Pohon berdaun tunggal berseling, bunga beraturan, buah batu, bagian-bagian pohon beraroma, ter diri dari 30 marga, terdapat di daerah tropika. Contoh jenisnya antara lain ulin (Eusideroxylon zwageri) tumbuh di Kalimantan dan Sumatera dan merupakan kayu yang sangat awet, kayu manis (Cinnamomum burmanni), kayu limo (Litsea cubeba).
6. Araucariaceae
    Habitus berupa pohon atau semak, pohon biasanya tinggi besar, dan tajuknya berbentuk kerucut, cabang-cabangnya seringkali berlingkar, kulit batang mengelupas berbentuk bundar/bulat telur. Beranggotakan 2 marga , yaitu Agathis dan Araucaria. Contoh jenisnya antara lain araukaria (Araucaria cunninghamii), agathis (Agathis australis), damar putih (Agathis alba), araukaria (Araucaria hunsteinii).
7. Podocarpaceae
    Biasanya berupa semak dan pohon, helai daun berbentuk sisik, memanjang lanset atau tidak berdaun. Bunga jantan tersusun dalam strobilus, bunga betina soliter dan mempunyai 1 bakal biji dibungkus epimatium. Terdiri dari 7 marga, namun di Indonesia hanya ditemukan 3 marga saja. Contoh jenisnya antara lain jamuju (Podocarpus imbricatus), Ki putri (Podocarpus neriifolius), melur (Podocarpus koordersii).
8. Pinaceae
    Daun berbentuk jarum, bagian pangkal disebut sebagai fesicle. Buah kerucut dengan sisik kerucut berkayu masing-masing mengandung biji bersayap. Sebagian besar tumbuh dibelahan bumi utara. Contoh spesiesnya antara lain tusam (Pinus merkusii) yang menghasilkan resin yang diolah menjadi gondorukem dan terpentin, Pinus insularis yang berasal dari Filipina, Pinus caribaea berasal dari Honduras.
9. Moraceae
    Habitus berupa pohon, perdu yang sering bergetah. Bergetah putih, daun tunggal, alternate,stipule,daun mudah rontok yang biasanya meninggalkan kunat cincin. Contoh spesiesnya antara lain beringin (Ficus benjamina), karet kerbau (Ficus elastica) yang biasanya digunakan sebagai makanan ternak, lalab, tali temali, ampelas, kulit sabagai bahan pakaian. Contoh lainnya yaitu murbei (Morus alba), nangka (Artocarpus heterophyllus).
10. Sapindaceae
    Pohon berdaun majemuk, bunga kecil, tersusun dalam malai, uniseks, buah bervariasi, buah kotak, batu, dan berarilius. Contoh spesiesnya antara lain matoa (Pometia pinnata), rambutan (Nephelium lappaceum), leci (Litchi chinensis), rerak (Sapindus rarak) yang biasanya menghsilkan sabun nabati.
11. Apocynaceae
    Pohon, bergetah putih, daun tunggal, berhadapan, daun mahkota membentuk tabung atau corong, buah bervariasi, umumnya berpasangan. Contoh  jenisnya antara lain pulai (Alstonia scholaris)digunakan sebagai bahan pembuat wayang golek, pensil, papan , jelutung (Dyera costulata) yang dijadikan sebagai bahn baku pembuatan permen karet, bintaro (Cerbera manghas).
12. Sapotaceae
    Pohon, bergetah putih, memiliki pola percabangan ketapang, daun tunggal, berseling, tepi daun rata, bunga biseksual, berumah dua. Contoh jenisnya antara lain nyatoh (Palaquium rostratum), sawo kecik (Manilkara kauki), sawo duren (Chrysophyllum cainito), tanjung (Mimusops elengi).
13. Anacardiceae
    Pohon mengandung resin, ssat keluar resin berwarna bening, kemudian berubah menjadi hitam dan mengeras, umumnya beracun. Contoh jenisnya antara lain rengas (Glutta renghas), mangga (Mangifera indica), jambu mete (Anacardium occidentale)
14. Dipterocarpaceae
    Pohon raksasa, berdamar, kadang-kadang berbanir, serta kulit batang mengelupas. Suku ini memdominasi hutan hujan dataran rendah dan tersebar di kawasan tropika asia. Contoh jenisnya antara lain meranti tembaga (Shorea leprosula), meranti layang (Shorea pinanga) yang memiliki pohon besar, tepi daun rata, corola merah muda, sayap buah tiga helai besar dan dua helai kecil. Kamper tanduk (Dryobalanops lanceolata) berupa pohon besar , kulit batang mengelupas, buah besayap lima helai sama panjang. Keruing (Dipterocarpus trinervis)berupa pohon besar , berbatang lurus, buahnya bersayap dua helai dengan tiga urat jelas, dan tumbuh di bawah 1400 mdpl.
15. Bombacaceae
    Pohon raksasa, daun berseling, biji beralilius, terdapat lebih dari 20 marga , serta terdapat pada daerah tropika. Contoh jenisnya antara lain kapuk (Ceiba pentandra), balsa (Ochroma bicolor). Manfaatnya dapat diambil dari buahnya.
16. Burseraceae
    Habitus pohon atau perdu yang menggugurkan daun, pohon berukuran sedang dampai raksasa disertai adanya banir, dan mengeluarkan resin yang aromatis. Contoh jenisnya antara lain kenari (Canarium indicom).
17. Annonaceae
    Habitus berupa pohon, semak atau perdu. Kayu dan daun beraroma aromatis. Daun tunggal, tidak berdaun penumpu, bunga hermaprodit. Contoh jenisnya antara lain burahol (Stelechocarpus burahol) merupakan tanaman langka dan memiliki bunga/buah yang terletak pada batang utama, kenanga (Cananga odorata) merupakan kayu dengan BJ rendah.
18. Ebenaceae
    Pohon dengan kulit batang berwarna hitam, sebagian anggotanya berkayu warna hitam. Contoh jenisnya antara lain eboni (Diospyros celebica) penghasil kayu lux atau mewah yang harganya mahal, bisbul (Diospyros discolor) biasanya disebut sebagai buah mentega.
19. Clusiaceae
    Pohon, sebagian bergetah kuning lengket, terdadap sekitar 35 marga, serta terdapat di daerah tropika. Contoh jenisnya antara lain bintangur (Calophyllum inophyllum), mundu (Garcinia dulcis), manggis hutan(Garcinia celebica)
20. Rubiaceae
    Pohon, semak, atau herba kadang liana. Anggota suku ini tergolong besar yakni sekitar 400 marga yang hidup dan tersebar di daerah tropika dan subtropika. Contoh jenisnya antara lain kayu lasi (Adina fagifolia), Kopi (Coffea arabica), jabon (Anthocephalus cada)















BAB IV
Penutup

5.1 Kesimpulan
    Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya, dimana telah melihat secara langsung berbagai jenis pohon dengan berbagai family, dan berbagai spesies di dalam family tersebut mulai dari bentuk daun hingga pohonnya beserta penjelasan dan ciri khas dan kegunaannya.  Kebun Raya Bogor sebagai suatu wadah untuk mempelajari akan ilmu dendrologi. Jika dilihat secara keseluruhan wilayah Indonesia, maka sungguh banyak keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia. Pantas saja Indonesia disebut sebagai Megabiodiversity country.
5.2  Daftar Pustaka

Anonim.2008.Sejarah PKT KR- Bogor.http://bogorbotanicgardens.org      [terhubung berkala 24 Desember 2011]
Anonim.2010.Kebun Raya Bogor Salah Satu Tertua di Asia.http://indonesia-    indahnya.blogspot.com/ [ terhubung berkala 24 Desember 2011]
Anonim .2010. Kepel.http://id.wikipedia.org/wiki/Kepel.[ terhubung berkala 24     Desember 2011]
Anonim.2010.Kina.http://tanamanobat.org/480/kina-cinchona-succirubra.     [ terhubung berkala 26 Desember 2011]
Staff Laboratorium Ekologi Hutan. 2004. Diktat Dendrologi. Bogor, diperbanyak     untuk kalangan sendiri.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah     Mada University Press.












Lampiran 1 :
Dokumentasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kritik anda membangun goresan pena fina ini
so mohon tinggalkna komentar setelah membaca ceritanya ya .